Terbiasa Pelit
Suatu hari si Plenyun berjanji memberikan pinjaman kepada temannya yang miskin. Ia menyatakan janjinya di depan si miskin dan seorang perempuan pujaannya. Temannya memang sedang membutuhkan uang agar bisa mengikuti ujian tingkat akhir. Plenyun bilang, “Saya akan beri kamu uang itu agar kamu bisa ikut ujian.”
Ketika datang hari yang dijanjikan, si miskin menagih janji Plenyun. Namun Plenyun berkelit, “Kalau saya membantumu, saya takut kamu jadi manja, tidak mandiri!” Si miskin memohon kepada Plenyun agar memberinya 50% saja dari janjinya. Sisanya akan ia usahakan sendiri. Plenyun setuju dengan syarat, si miskin bekerja keras untuk membantunya mendapatkan uang lebih banyak dari biasanya. Si miskin setuju dan menjalani syarat tersebut. Bahkan ia bekerja lebih dari yang semestinya ia lakukan. Plenyun semakin mendapatkan penghasilan besar dari biasanya sedangkan si miskin hanya mendapatkan 0.1% dibandingkan toeannja.
Orang yang terbiasa pelit memang sulit untuk bisa berbagi. Dalam pikirannya, jika ia memberikan sedikit bantuan, maka hartanya akan banyak berkurang. Ia tak pernah benar-benar bisa merasakan pedihnya menjalani kemiskinan. Ia hanya mau berjanji membantu orang miskin jika yakin akan mendapatkan pujian atau keuntungan.
Sahid Jaya, 20 Mei 08










No comments yet.