Jadi Pegawai itu Gampang
Seseorang datang dan mengeluh tentang pekerjaannya yang membosankan. Sama seperti hari-hari sebelumnya, setiap pulang kerja, pasti ia banyak mengeluh. Kadang ia mengeluhkan sikap teman-temannya yang malas, sering terlambat, tidur-tiduran di kantor, ngerumpi, main game, jalan-jalan, jajan-jajan. Mungkin mereka sudah bosan dengan pekerjaan rutinnya.
Secara teori memang masuk akal, segala yang berulang terus-menerus itu memang bisa membosankan. Berarti, hampir setiap pegawai itu mengalami kejenuhan dalam pekerjaannya. Bayangkan, setiap pagi berangkat, belum lagi terjebak dalam kemacetan. Sampai kantor langsung bekerja. Kadang kena damprat atasan yang hobi marah. Kadang melihat teman yang pura-pura bekerja. Sorenya pulang ke rumah. Begitu terus setiap hari kecuali akhir pekan. Wajar kalau hidup menjadi begitu membosankan.
Tapi tidak buat mereka yang menyadari keberadaannya sebagai pegawai. Tidak bagi mereka yang mencintai pekerjaannya. Memang sepertinya mustahil menemukan orang yang tak bosan dengan hidup dan pekerjaannya. Tapi kalau mau dicari pasti ketemu. Cari saja di sekitar kantor anda. Pasti anda akan menemukan orang-orang yang bekerja dengan cinta. Mereka biasanya tak terlalu memikirkan uang. Karena mereka paham, uang pasti datang setiap awal bulan.
“Yang namanya pegawai itu kan dapat gaji bulanan. Jadi, apalagi yang mau dipikirkan? Kita tinggal kerjain aja apa yang jadi tugas kita, jangan pikirin orang yang kerjanya pura-pura!” kata salah seorang pegawai pangkat rendah yang kutemukan di sebuah kantor. Benar juga apa yang dia bilang, jadi pegawai itu gampang. Tinggal fokus pada job description, uang pasti datang di awal bulan. Tak perlu terusik dengan teman-teman yang malas dan berpura-pura bekerja.
Biasanya orang yang pura-pura bekerja, hidupnya pun pura-pura. Seperti, pura-pura kaya, pura-pura hebat, pura-pura nggak butuh uang, pura-pura sopan, pura-pura ramah, pura-pura beriman… dan kepura-puraan lainnya. Biasanya saat sendirian di rumah, orang yang mengisi hidupnya dengan pura-pura seperti itu, akan tersiksa sendiri.
Jadi pegawai itu penghasilannya sudah ditentukan. Tapi bukan berarti tak bisa mendapatkan penghasilan tambahan. “Kalau mau kaya, musti pintar cari sampingan. Seperti si Kodir tuh. Di luar jam kerja dia terima orderan bikin spanduk, umbul-umbul. Atau mending kayak si Marjuki tuh, dia memutuskan keluar dari sini, lalu buka usaha sendiri, jadi bisnisman! ” Masih kata salah seorang pegawai yang sama yang saya tanya.
Benar juga. Kalau memang mau mendapatkan lebih, kita harus melakukan lebih dari yang orang biasa lakukan. Jangan mengurangi tanggung jawab yang semestinya kita serahkan di tempat kerja kita.










Kalo inget pekerjaan jadi inget ini:
http://utchanovsky.co.cc/?p=11
terus sama yang ini:
http://utchanovsky.co.cc/?p=20
kayaknya gak bakalan bisa hidup nyaman sebelum bikin usaha sendiri deh :D
Comment by utchanovsky — June 12, 2008 @ 2:55 pm
Trims atas kunjungannya ke Indico
Maaf akses internet saya dikantor diblokir jadi susyah untuk internetan lagi
Jabat erat
Comment by dhyan — June 18, 2008 @ 1:43 pm
hidup ini panggung sandiwara mas, banyak kepura-puraan
Comment by catra — June 30, 2008 @ 10:20 am
Lebih enak jadi pegawai negeri, kerjanya pura-pura, eh gajinya uang beneran…… banyak tunjangan dan sampingan kanan kiri…..
Comment by taufik — July 3, 2008 @ 8:58 am
@ taufik…weks.. kata siapa pegawe negri kerjanya pura-pura ?.. sebagian sih emang, tapi sebagian yg laen pan kagak..
Comment by AriefDjâ„¢ — August 13, 2008 @ 12:53 pm