Miskin tapi Sombong
Tuginem itu cuma pembantu di rumah Juragan Sabeni. Hampir setiap hari ia kena marah sang Juragan. Padahal apa yang dilakukan Tuginem belum tentu salah, tapi karena sering stress dengan bisnisnya, Juragan sering melampiaskan kemarahannya kepada Tuginem, bukan kepada rekan bisnisnya.
Suatu hari, Juragan mendapatkan Televisi, DVD player, Tape Deck, Pemanggang Roti, Rice Cooker, dan perangkat lain yang baru, hasil dari keuntungan salah satu proyek kecilnya. Juragan memberikan semua peralatan elektroniknya yang lama buat Tuginem. Sebenarnya Juragan itu orang baik, namun karena lebih sering kelihatan sedang marah-marah, orang-orang menyangka Juragan orangnya galak.
Tuginem menerima dengan senyum kebahagiaan di depan Juragan. Tak pernah terbayang kalau dia dapat memiliki perangkat elektronik milik Juragannya. Perangkat itupun dibawanya pulang. Di rumah, sang suami terkejut dengan segala macam alat eletronik di depan rumah. Tuginem menceritakan asal-usulnya. Di penghujung cerita Tuginem bilang, “Dasar orang kaya pelit! Ngasih ke kita yang bekas-bekas saja!! Yang kayak gini mah, kita juga bisa beli!”










begitu lah manusia yang tak pernah puas dan tak pernah melihat dirinya sindiri
Comment by Zener — May 6, 2008 @ 1:15 pm
Persis dengan pengalaman saya di Aceh Pak. Ada masyarakat yang nolak ketika dibantu kilang padi dengan motor penggerak mesin diesel buatan China, mereka minta Yanmar. Alasannya…mas sih kasi barang yang dua tahun pake udah rusak, kalo mesin china mendingan gak usah kasi aja. (Dalam hati aku, dikasi kijang lu minta marcedes pula…) ada ada aja….ini baru “udah butuh sombong pula”
Comment by taufik — July 3, 2008 @ 9:05 am