Gimme Some Truth

Official Blog Mataharitimoer [kadang dipanggil: MT | Te | Prass | Epe | Orangutan]

Tegal, Brebes, Indramayu, Cikampek, Jakarta, Anyer

gambar telur ngembat di http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/Makanan-minuman-obat/masir2.jpgBerangkat dari Anyer jam 9 malam. Sebenarnya ngantuk dan lapar. Tapi apa boleh buat, aku harus ikutan kondangan karena sudah terlanjur janji. Apalagi aku pernah bilang, sama teman yang bawa mobil, "kalau ke Tegal pake Kijang UNGU, saya nggak bakalan ikutan. Tapi kalau pake yang Biru, pasti saya ikutan." Nah, akhirnya, sohibku itu berusaha membatalkan Kijang UNGU yang sudah disewanya. Bukan karena warna ungu yang bikin aku takut naik Kijang itu. Kalo CR bisa jadi gak bakalan mau ikut karena itu Kijang berwarna UNGU. Alasan utamanya, aku pernah 3 kali nabrak dengan Kijang Ungu itu…. jadi Trauma Irama lah….

Belum sejam, perjalanan baru sampai kota Serang. Kami mampir dulu di Martabak Assen, established 1981…. (tuwa banget!) Ini satu-satunya Martabak Favoritku selama tinggal di Banten. Seorang rekan seperjalanan tanya, "Kenapa lu suka banget sih sama Assen?". Kujelaskan padanya bahwa ketika kita pesan, misalnya 1 martabak Keju Wijen, kokinya langsung ngambil tepung, telur, dan segala macamnya untuk dijadikan adonan. Jadi martabak pesanan kita FRESH banget! Assen tidak membuat adonan sebelum ada yang request. Hal itulah yang membuat citarasanya hebat. "Bukannya jadi lama, karena baru diadon pas dipesen?" tanya rekanku yang lain. "Buktinya kita cuma nunggu sebentar, kan?!" begitu jawabanku. ya, gimana nggak cepat, di pangkalan martabak Assen itu, yang kerja ada sekitar 12 orang. 3 orang ngadon, 3 orang masak, 3 orang oles2 dan packing, 2 orang khusus martabak telur, 1 orang lagi… mungkin tukang parkir kali… karena nggak pake seragam, hehehe…. Perjalanan berlanjut sambil menikmati martabak Assen yang rasanya diakui hebat sama orang-orang se-Kijang….  

Kami istirahat di Indramayu, di sebuah masjid pinggir jalan. Setelah Shalat subuh, baru berangkat lagi menuju Cirebon. Aku baru saja mau tidur. Beberapa detik lagi aku akan terlelap… tapi batal gara-gara teman di sebelahku teriak, "Tadz! kita salah jalur!! kita lawan arus nih! bahaya, Tadz!!" Bagi anda yang pernah nonton film bule kebut-kebutan di jalan, melawan arus, pasti terbayang lah… nah seperti itulah yang kami alami. Entah driver satu-satunya ngantuk, entah apa, saat itu aku nggak kepikiran, yang kepikir hanya berdoa, ya Tuhan… selamatkan kami di pagi yang masih gelap ini…. sementara itu beberapa truk tronton dengan lampu yang menyilaukan tetap ngebut menuju kijang kami…. Alhamdulillah, setelah 2 KM di jalur lawan, akhirnya dapat juga beton pemisah jalur yang terbongkar… kami langsung belok kiri dan selamat….. wuih… damai sekali rasanya kembali ke jalan yang benar. 

Sampe di Tegal jam 8 pagi. Siap-siap bersihkan badan, mandi, ganti pakaian, dan jalan lagi menuju akad nikah teman kami. Di lokasi ternyata akad nikah sudah selesai, tinggal pagelaran budaya setempat, yaitu koor shalawatan pakai rebana. Hebat sekali mereka. Mulai dari bocah sampe kakek-kakek ompong, nyanyi bareng-bareng… begitupun penabuh rebananya, kompak. Walau nggak tau apa yang dilantunkan, pokoknya enak aja dilihat. Mungkin karena aku nggak pernah nonton yang begituan. Aku memang suka banget nonton pentas tradisional, apalagi live kek gini. Ini salah satu kekayaan budaya bangsa endonesya.

Kondangan beres. Kini siap-siap pulang kembali ke Anyer. Aku dapat tawaran ganti mobil. Padahal maunya naik Bis. Tapi nggak papalah, kan lebih enak naik Xenia ketimbang bis antar kota, pikirku. Kijang yang hebat itu kembali duluan ke Jakarta dengan segala nasibnya yang tak aku ceritakan di blog ini…. nggak tega! 

Kami siap pulang naik Xenia tapi tertunda. Mobil bagus itu terkunci. Masalahnya, kuncinya ada di dalam, nempel pada tempatnya. Hehehe…. Xenia menyala tanpa ada orang di dalamnya dan kami di luar kepanasan mencari cara untuk memaksa salah satu pintu terbuka. Aku cari kawat di pinggir jalan. Yang lain pinjam penggarisan baja dari penduduk setempat. Dengan modal kedua benda itu, mulailah kami berusaha membuka pintu. Semua orang yang pulang pergi kondangan, pasti ngeliatin! Mungkin di antara mereka ada yang keheranan, kok bisa mobilnya terkunci dari dalam…. hehehe…. namanya juga masalah, kalau sudah ada jangan cari penyebabnya doang, tapi pikirin solusinya! Lumayan, gak sampai sejam akhirnya pintu tengah berhasil dibuka!!! Walau baju kami basah karena keringetan, yang penting bisa kembali pulang…

Di Brebes berhenti di pusat penjualan telur bebek. Hm… baru kali ini makan telur bebek brebes. Ternyata rasanya maknyoss…. uwenak banget! Apalagi makan yang baru saja matang… sambil ditiup2 dulu… baru dilahap…. hm.. aku habis 3 butir. Beli 20 butir buat di rumah ah… Aku nggak bakalan kasih Coople, karena dia anti telur bulat! Kenapa? tanya aja langsung sama orangnya!

Sepanjang jalan pulang, kurasakan ternyata lebih enak pake kijang tua itu ketimbang xenia baru ini. Di kedua mobil itu aku sama-sama di belakang. Namun di Xenia terasa banget kalau ada lubang atau gujlakan… bising dan kepala kita bisa kepentok… Di Kijang ternyata suaranya lebih halus dan mungkin pernya lebih baik jadi nggak sakit di pantat, punggung, dan kepala. Kalau gitu, aku nggak jadi beli Xenia ah…. hehehe…. Tapi ternyata ketaknyamanan itu hanya terasa saat jalanan nggak rata. Pas sampai di Anyer, jalanannya rata dan licin, Xenia terasa enak juga… hehehe….. "Nebeng aja komentar lu!" kata temanku di sebelah.

Gak semua kejadian dalam perjalanan kuceritakan. Capek banget nulisnya. Apalagi pinggang ini masih pegel! Pokoknya, lain kali aku nggak mau lagi bepergian jauh tanpa NGINEP!!

 




Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://mataharitimoer.blogsome.com/2008/02/04/tegal-brebes-indramayu-cikampek-jakarta-anyer/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.