Gimme Some Truth

Official Blog Mataharitimoer [kadang dipanggil: MT | Te | Prass | Epe | Orangutan]

Baca Koran

bahtiar baca koran

Sebuah koran pagi dengan beragam berita pada halaman utama. Ada berita tentang PIKLADAL, peresmian proyek baru oleh presiden, menteri anu memberikan sumbangkan kepada masyakarakat anu, dan berita-berita lain yang hurufnya lebih tebal (headline) seperti, seorang bocah 16 tahun diperkosa ayah kandungnya, istri potong anuan suami karena curiga selingkuh, artis anu terlibat cinta segitiga, artis anu bersuami bule tapi bayinya belang, nenek tua ketahuan beraksi hipnotis di mall, anggota dewan minta naik gaji hingga 60, penampakan suster ngesot di RSUD Cilegon, babi ngepet tertangkap di kompleks kehakiman, dll.

setiap hari selalu ada berita positif dan banyak banget berita negatif. itulah yang disuguhkan mulai dari kita sarapan hingga jelang kita tidur di malam hari di depan TV.

Pertanyaannya adalah, ketika kita berhadapan dengan halaman utama koran dengan banyak berita seperti di atas, manakah yang lebih menarik untuk kita baca duluan? Dalam sebuah pertemuan yang saya hadiri di Jakarta kemarin, dari 1300 peserta, yang memilih membaca berita peresmian, menteri, hanya sekitar 30 orang. Berarti, sekitar 1270 orang lebih tertarik untuk membaca berita-berita negatif duluan. inilah kenyataannya.

Wajar saja kalau masyarakat kita, kalau tetangga kita, kalau teman kita, lebih cenderung bersikap/berpikir negatif terhadap segala hal yang dialaminya atau sekedar diketaui/di dengarnya. Kita sudah terbiasa berprasangka buruk, mencari kesalahan-kesalahan orang, melakukan analisa destruktif, atas apa yang kita lihat. Semua itu merupakan hasil dari pendidikan cultural yang kita dapati setiap saat baik dari media cetak maupun elektronik. Selama ini kita berada dalam pembentukan sikap negatif, tapi kita belum menyadarinya. 

Wajar saja kalau di negara kita sering terjadi kasus-kasus yang merugikan orang lain, konflik internal organisasi, konflik SARA, dan penelikungan sesama teman. Wajar, karena itu merupakan hasil dari didikan yang kita dapatkan dari kebijakan politik negara endonesya tercinta ini.

Sudah saatnya kita mengubah diri menjadi lebih positif terhadap segala hal. Saya pernah nulis tentang kacamata bening…. kira-kira seperti itulah. 

Foto saya ambil dari situsnya bahtiar… 




3 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://mataharitimoer.blogsome.com/2008/01/23/baca-koran/trackback/

  1. aku baru aja nulis yg mirip2 gini tadi pagi utk posting berikutnya, tapi masih di otak hehe..untung aku gak suka nonton tv apalagi acara yg tak guna, apalagi baca koran merah never lah sia2…mendingan main bola sama nay :)

    Comment by meiy — January 23, 2008 @ 12:04 pm

  2. para pengamat dan tokoh masyarakat (yg cuma bisa mngkritik tp gak punya solusi) memang sudah punya kambing hitam baru bernama TV dan Koran/majalah/tabloid. padahal sumber masalahnya adalah masyarakat kita yg gagap atau gak punya keahlian dalam menyaring informasi yang bejibun. maklum kita terbiasa menerima informasi dari sumber tunggal. sorry bos kali ini sudut pandang gw agak beda.

    Comment by cr — January 24, 2008 @ 10:10 am

  3. Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk Wordpress/Blogspot dengan installasi mudah. Salam!

    http://www.lintasberita.com/Lokal/Baca_Koran/

    Comment by Lintasberita — January 26, 2008 @ 9:22 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.