Gimme Some Truth

Official Blog Mataharitimoer [kadang dipanggil: MT | Te | Prass | Epe | Orangutan]

6 Milyar Aja Diributin…

foto dari KOMPAS.comDari beberapa blog, tidak sedikit yang membahas Semak Belukar alias BUSH. Si Kana, manggil si Bush itu Semak. Kang Ibanktea, pemimpin sebuah Ponpes Modern di Bogor juga puyeng, walau tetap konsisten untuk tidak memanfaatkan santrinya mendemo Bush. Mang Tata, yang doyan buka mulut, membandingkan antara Bush dengan Handphone. Alkifah, menyatakan kalau penerimaan Bush merupakan kelemahan bangsa ini. Terutama kaum muslimnya. Bahkan ada yang menganggap kita ini bangsa inferior, karena berlebihan dalam menerima SemakBelukar itu. Nah, kalau Nofie Iman menanggapi masalah ini lebih jernih dan cerah. Wah kalo mau ngegugel, banyak deh yang ngomentarin kedatangan seorang manusia biasa seperti George W. Bush itu.

Amir Majelis Mujahidin Indonesia bahkan menyarankan untuk mendemo pemerintah agar menolak kedatangan Bush. Dan ternyata demopun bergantian di berbagai kota. Apakah dengan demo pemerintah bakal menolak kedatangan Bush? Apakah demo sekedar menyampaikan "Ini loh, aku anti Amerika!" selesai? Gak bakalan deh.

Gimana kalau kata bang Namun?

Kita mesti menyadari bahwa hubungan dengan Bush adalah hubungan dengan Amerika. Itu hubungan antar negara. Ada aturan-aturan tentang hubungan bilateral dan etika nerima tamu. Kalau mau menolak Bush, tolaklah atas nama negara, putuskan hubungan bilateral. Nah susah kan?! Negara kita dari dulu kan punya sikap politik luar negeri yang bebas dan atraktif, hehehe…

Sebagai muslim, kita diperintahkan oleh sang Nabi SAW untuk menerima tamu dengan baik. Yang namanya tamu, datang bawa misi. Nah, kalau misinya tak sesuai dengan parameter kita, ya sesuaikan dong, atau tolak dengan argumentasi yang sopan dan tepat. Kalau kata Bang Namun kepada Mpok Geboy, "Kalo emang lu beriman kepada Allah dan Hari Pengadilan Terakhir, ya, bersikap nyang bener sama tamu, muliain tuh tamu, jangan lu jelek-jelekin. Emang sih, die itu jelek banget kelakuannye, tapi sebagei tuan rume, kite mesti nurutin ape kate nabi kite dong!"

Apa yang meresahkan anda dengan kedatangan Bush? Apakah dengan datang dan tidaknya Bush ke endonesya, nasib rakyat berubah? Apakah nilai-nilai Kebenaran akan dijunjung tinggi di negeri ini? Apakah korupsi berkurang?

Memang sih, sikap pemerintah seolah-olah rada overdosis dalam menerima Bush. Lagian, uang resmi yang keluar kan cuma 6 Milyar. Masih banyak nilai korupsi para pengusaha dan penguasa negeri ini. Apalagi kalau kita mau mengakumulasi nilai korupsi orang-orang yang terhormat di Markas Maling hingga ke kelurahan…. walaupun fraksi DPR ikut berbasa-basi untuk urusan Bush ini. Temen-temen, coba deh bayangkan, pasti lebih dari 6 Milyar uang rakyat tercecer sia-sia… 

Sudah biasa sih, di negeri ini main demo-demoan. Bahkan tidak sedikit yang menjadikan demo sebagai ladang proyek. Idealisme sudah menyatu dengan polusi di negeri ini. Setelah demo, adakah hasilnya? Jelas tak ada. Demo terbesar mahasiswa saja yang sampai membuat Harto turun dari takhta, hasilnya bukan untuk orang-orang yang idealis (mahasiswa) tapi tetap diserobot oleh para politisi busuk.

Ya Ampun, ki Gendheng ngapain pake mau nyantet si Bush segala? Dasar Selebriduk (selebritis dukun). Gak mempan mas!!! Hoalaah… negara ini masih harus mau belajar dari sikap IRAN dalam menangani Amerika. Atau terserah deh, mau nyontoh Iran atau Cuba.

Duh capek ngomongin ginian. Mending besok kembali ke kaum marginal aja deh gue.




9 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://mataharitimoer.blogsome.com/2006/11/17/349/trackback/

  1. :)) Bang MT baru segitu aja dah capek…
    memang sih cuma 6 milyar kalo dibandingin ma duit yg dirampok ma koruptor kita tercinta. tapi duit 6 milyar tu kalo dipake bwt kepentingan rakyat untuk kemaslahatan kan lebih baik Bang. daripada dihambur2kan hanya untuk penyambutan yang tidak perlu. masih banyak rakyat miskin di negeri ini yang lebih membutuhkan uang 6 milyar itu dari pada si semak! jeh!
    maap mesuh2 di blog orang :p

    Comment by kana — November 17, 2006 @ 4:33 pm

  2. lho kalo semuanya setuju..nanti kita dibilang kita gak terbiasa dengan pluralisme… untuk tetap demokrasi, kita butuh orang yg menolak bush… alasan sih no. 2 :D

    Comment by passya — November 17, 2006 @ 5:23 pm

  3. Assalamualaikum Mas

    OOT: maaf, senang antum mengisi blogs kami
    Kami ingin mengajak antum bertukar link (barter links blogs) dengan situs ini. Silahkan antum tambahkan alamat-alamat blogs kami ini, kami akan menambahkan blogs antum juga di tempat yang telah kami sediakan,

    berikut blogs kami:

    http://aqidahislam.wordpress.com
    http://akhlaqmuslim.wordpress.com
    http://keluargamuslim.wordpress.com
    http://kisahislam.wordpress.com
    http://mediamuslimah.wordpress.com
    http://manhajislam.wordpress.com
    http://mediamuslim.wordpress.com

    jazakumullohu khoir

    BLOGS Ini HADIR atas Inspirasi dari www.mediamuslim.info (sebaiknya links www.mediamuslim.info ditambahkan juga, InsyaAlloh bermanfaat kok)

    Comment by Zul Muslim — November 17, 2006 @ 8:17 pm

  4. iihh, gw juga sebel banged atas kedatangan ’semak belukar’ inih… dan yang bikin making sebel tuh karena pemerintah sama sekali gak meduliin kita yang udah tereak-tereak nolak semak belukar tapi ga dipeduliin, ya kann?

    mendingan tuh budget buat njaga si Bush dialokasiin buat ngurus krisis listrik di Sumut ajah, kita udah pusing banged disinih mati lampunya sehari 3 kali, ngalah-ngalahin makan obat ajah.!!!!

    Comment by uam — November 17, 2006 @ 8:27 pm

  5. @ Kana
    6M ya tetap saja sayang kalo dibandingkan dengan kemelaratan rakyat. Tapi kalo dibandingkan dg korupsi di negeri ini, 6M gak ada apa2nya. Nah berarti ada yg lebih prioritas untuk didemo tiap hari : Korupsi

    @ Passya
    Memang kenyataan harus berpasangan. Ada pro dan kontra. Aku kurang suka dg mereka yang mendukung kedatangan bush namun ketika ditanya (kek di TV kemaren) gak bisa jawab, nyengir anjing aje… Aku jg kurang sreg dg mereka yang gak setuju sikap berlebihan pemerintah dengan demo yg berlebihan pula, pake maki-maki segala. Tapi ketika ditanya hal-hal prinsip ttg peran Bush dan US dalam merusak tatanan hidup dan tatanan budaya bumi, mereka bengong…
    Jadi pro & kontra harus tetap pakai…. hehehe… tanya ken apa…

    @ uam
    duh kasihan sekali… memang banyak ketidakadilan buat rakyat… itulah bobroknya pemimpin endonesya. Revolusi aja kali ye!

    Comment by MT — November 17, 2006 @ 8:33 pm

  6. Mentalnya masih mental ‘ inlander’ payah…mestinya lihat Evo Morales, Chavez dan Ahmadijenad…
    Jadi iri ke jaman Bung Karno, dimana dengan gagahnya ia berteriak; Go to Hell with your aids ” !

    Comment by iman brotoseno — November 18, 2006 @ 9:26 pm

  7. Sebagai muslim, kita memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk menerima tamu dengan baik. Namun, perlu kita ketahui, tamu yang seperti apa yang dimaksud hadist tersebut?

    Di samping hadist menghormati tamu, Rasulullah SAW juga telah mencontohkan bagaimana sikap beliau terhadap orang-orang kafir yang secara nyata memerangi Islam dan umatnya. Ternyata beliau saw tegas dan secara nyata keras untuk memeranginya.

    Jadi, orang yang seperti Bush ini, tidak layak masuk golongan tamu yang harus kita sambut dengan penuh hormat. Dengan alasan apa? Minimal ada dua hal.

    Pertama, Bush harus bertanggungjawab atas tewasnya 600 ribu lebih rakyat Irak. Kedua, Bush harus bertanggung jawab atas kemiskinan global akibat atas sekulerisme dan sistem kapitalisme yang ia tancapkan di dunia.

    Oleh itu, selagi Bush tidak mau bertaubat dengan Islam, haram hukumnya bekerja sama dengannya. Apalagi menyambutnya bak tamu agung yang membawa berkah. Bila pemerintah seperti itu, tanya kenapa?? :D

    Baca juga : http://alkifah.org/2006/11/18/fui-diy-serukan-penerapan-syariah-islam/

    Comment by alkifah — November 19, 2006 @ 2:46 am

  8. Mo Nanya nich yang jadi tamu ntu BUSH atau Pemerintah RI yach? Katanya Menteri2 RI Harus pake tanda pengenal, sedengken BUSH cs gak pake?. Bukankah sudah bukan menjadi rahasia lagi “Kalau kita (Bangsa Indonesya) tidak pernah menjadi Tuan di Negeri Sendiri, dalam hal apapun?”

    Comment by kelana — November 21, 2006 @ 9:55 am

  9. Selama kita masih memakai microsoft sebagai santapan sehari-hari dan meminum coca cola sebagai pelepas dahaga, jangan gegabah dulu bilang anti amerika..Sudah siap mutusin hubungan bilateral ???
    Tapi….saya ngelus dada sih kalo inget orang yang kalo-gak-kerja-hari-ini-ya-gak-makan…. Jadi..ada berapa perut merintih selama kita menerima tamu negara istimewa itu ?

    Comment by dani — November 22, 2006 @ 1:56 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.