Gimme Some Truth

Official Blog Mataharitimoer [kadang dipanggil: MT | Te | Prass | Epe | Orangutan]

Uban dan Oeban

uban MTIni uban pertamaku. Istriku bilang, "wah, kamu ada ubannya, say!" lalu aku memintanya mencabut. Awalnya dia tak mau, karena uban itu peringatan dari Tuhan bahwa aku sudah berumur. Justru karena itulah, aku kepingin sekali melihat ubanku. Kalau melihat sendiri, kan lebih pasti dan lebih berasa.

Ternyata benar. Setelah rambut kepalaku diperiksa, ada tiga helai rambut yang beruban. Aku minta dicabuti satu. Yang dua biarkan saja seperti adanya. Bagaimanapun, uban ini sangat berarti buatku. Hm… jadi inget my Oeban.

undangan seharga 200 rebu ini gw dapet gratis dr oebanHari minggu kemarin, oeban ngasih undangan bubar (buka bareng) di Hotel Maharani, Mampang. Bukan sekedar bubar, tapi ada Dialog Hati tentang Lailatul Qadr bersama KH. DR. M. Luqman Hakim, MM. Acara itu dimoderatori oleh Peggy Melati Sukma, yang lagi bersemangat belajar tentang dunia sufi. Tapi aku gak bahas Miss Peggy ah, karena gak begitu kenal sama dia. Aku tertarik dengan pembahasan pak Luqman yang merupakan pemimpin redaksi majalah Cahaya Sufi.

Pak Luqman & miss PeggyLailatul Qadr, adalah moment yang spesial bagi manusia. Namun aku masih belum memiliki pemahaman yang meyakinkan tentang malam yang lebih baik daripada 1000 bulan itu. Aku pernah nulis tentang Lailatul Qadr tahun lalu. Aku berharap dengan hadir pada acara itu akan mendapatkan kejelasan tentang makna dan realitas Lailatul Qadr. 

Lumayan deh. Dari pertemuan itu aku mendapatkan pemahaman tentang Lailatul Qadr dari pandangan sufistik. Aku mencoba memadukan antara pandangan kaum sufi dengan pemahaman yang aku dapat dari khazanah Islam lainnya. Kesimpulanku, malam Lailatul Qadr itu terjadi pada bulan Ramadhan, tak ada satupun orang yang bisa menentukan pada malam keberapa. bahkan Bisa jadi sejak malam pertama hingga malam terakhir. Pada malam itu Allah yang telah menurunkan Al-Qur’an secara utuh di langit dunia, mengutus malaikat-Nya untuk menebarkan salam kepada ummat manusia, siapapun, kecuali mereka yang sedang bermaksiat. Jadi, malam itu adalah malam terbaik buat semua manusia. Namun hanya orang-orang yang mendapatkan hidayah yang dapat merasakan "Kekhasan" malam tersebut. Hanya mereka yang mau membuka mata hatinyalah yang dapat merasakan datangnya malaikat menyampaikan salam Allah. Lalu, apakah mereka yang merasa telah mendapatkan malam khusus itu dijamin selamat dunia akhirat? Nggak juga, itu tergantung konsistensinya dalam beragama. Selama orang itu tetap komitmen terhadap Tauhid, bisa jadi dia selamat. Bagi mereka yang gampang bolak-balik dari kehanifan ke kekufuran, ya… gak tau deh, bisa jadi nggak selamat. Semuanya kembali kepada setiap orang. Aku tak suka memvonis seseorang itu kafir, sesat, dll… Sebab aku tak suka dengan mereka yang gampang main vonis par-pir (ngapir-ngapirin orang lain).

 




5 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://mataharitimoer.blogsome.com/2006/10/10/uban-dan-oeban/trackback/

  1. Bang MT,,, kalo Kana hare ne da undangan bubar di le meridian hotel.. heekzz.. cuman sendirian.. temen Kana gag jadi pergi.. :((

    Comment by kana — October 11, 2006 @ 1:47 pm

  2. ck2….ck….thx artikelnya (gw mo ngasih tahu nyokap kalo uban gak bloeh dicabut)

    Comment by gagahput3ra — October 11, 2006 @ 5:37 pm

  3. om MT udah ubanan… keren donk kayak richard gere ^_^

    Comment by tjahaju — October 11, 2006 @ 6:12 pm

  4. klo dapat malam lailatul qadr,bagi-bagi yach bos!!!!(setidak nya kirim-kirim sms.e-mail tapi yang terutama jangan lupa kirim doa nya )

    Comment by teddy — October 11, 2006 @ 7:37 pm

  5. Wah, kebanyakan mikir kali ya… :)

    Comment by agam — October 15, 2006 @ 9:01 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

 
www.tips-fb.com